Daftar Blog Saya

Selasa, 17 Mei 2011

Hakikat Membaca Pemahaman


a.      Pengertian Membaca  
Henry Guntur Tarigan (2008 : 7) menyatakan bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh penulis melalui media kata-kata/bahasa tulis. Selanjutnya, dipandang dari segi linguistik, membaca adalah suatu proses penyandian kembali dan pembacaan sandi ( a recording and decoding process), berlainan  dengan berbicara dan menulis yang justru melibatkan penyandian ( encoding ), sebuah aspek pembacaan sandi (decoding) adalah menghubungkan kata-kata tulis ( written word) dengan makna bahasa lisan ( oral language meaning ) yang mencakup  pengubahan tulisan/cetakan menjadi bunyi yang bermakna. Membaca dapat pula diartikan sebagai suatu metode yang kita pergunakan untuk berkomunikasi dengan diri kita sendiri dan orang lain yaitu mengkomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat pada lambang-lambang tertulis.
Finochiaro and Bonomo ( 1973 : 119) mengatakan bahwa ” Reading is bringing meaning to and getting meaning from printed or written material”, memetik serta memahami arti atau makna yang terkandung  di dalam bahan tertulis.
Sementara itu Mansoer Pateda (1989:92) berpendapat, membaca adalah suatu interpretasi simbol-simbol tertulis atau membaca adalah menangkap makna dari rangkaian huruf tertentu. Ini menunjukkan bahwa membaca adalah pekerjaan mengidentifikasi simbol-simbol dan mengasosiasikan kedalam makna.
Robert Lado dalam bukunya menyatakan bahwa ” Reading is to grasp language pattern from their written representation” (1976:132). Membaca ialah memahami pola-pola bahasa dari gambaran tertulisnya.
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, terutama teknologi percetakan maka semakin banyak informasi yang tersimpan di dalam buku. Pada semua jenjang pendidikan, kemampuan membaca menjadi skala prioritas yang harus dikuasai siswa.
Kegiatan membaca juga merupakan aktivitas berbahasa yang bersifat aktif reseptif. Dikatakan aktif, karena di dalam kegiatan membaca sesungguhnya terjadi interaksi antara pembaca dan penulisnya, dan dikatakan reseptif, karena si pembaca bertindak selaku penerima pesan dalam suatu korelasi komunikasi antara penulis dan pembaca yang bersifat langsung.
Bagi siswa, membaca tidak hanya berperan dalam menguasai bidang studi yang dipelajarinya saja. Namun membaca juga berperan dalam mengetahui berbagai macam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang. Melalui membaca, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat diketahui dan dipahami sebelum dapat diaplikasikan.
b.      Membaca  Pemahaman
Henry Guntur Tarigan (1988:89) berpendapat bahwa kemampuan membaca pemahaman merupakan dasar bagi pembaca kritis, yaitu sejenis membaca yang dilaksanakan secara bijaksana, penuh tenggang hati,mendalam,evaluatif, serta analisis, dan bukan hanya mencari keslahan. Untuk dapat membaca pemahaman diperlukan suatu ketrampilan dari seseorang antara lain : menemukan detail, menunjukkan pikiran pokok, menunjukkan urutan kegiatan, mencapai kata akhir, menarik kesimpulan, dan membuat evaluasi.
Secara umum kata pemahaman diartikan sebagai upaya memahami atau mengerti isi dan makna dari suatu wacana baik berbentuk lisan maupun tulisan. Memahami wacana tulis berarti usaha seseorang dalam memahami atau mengerti isi suatu wacana yang disajikan dalam bentuk tulisan, yang dalam kegiatan berbahasa disebut membaca, sedangkan memahami wacana lisan berarti upaya seseorang dalam memahami atau mengerti isi dari wacana yang disajikan dalam bentuk lisan, yang dalam kegiatan berbahasa dinamakan menyimak (Sutrisno, 2002:17). Lebih lanjut, pemahaman diartikan  sebagai masalah penafsiran (interpretation) dan harapan (expectancy), yaitu penafsiran terhadap apa yang diperoleh darin tulisan yang dibaca dan harapan untuk menemukan dan menggunakan hal-hal yang ditemukan dalam bacaan tersebut, Mackey dalam Sutrisno(2002:17).
Lebih lanjut, Henry Guntur Tarigan (2008:58) dalam bukunya mengatakan bahwa membaca pemahaman( reading fo understanding) adalah membaca yang bertujuan untuk memahami : (1) standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary sandards), (2) resensi kritis (critical review), (3) drama tulis(printed drama), (4) pola-pola fiksi (patterns of fiction).
Sementara itu Lado (1987: 223) berpendapat bahwa kemampuan membaca pemahaman adalah kemampuan memahami arti dalam suatu bacaan melalui tulisan atau bacaan.
c.       Aspek dan Jenis-jenis Membaca 
Membaca merupakan satu dari empat kemampuan bahasa pokok, dan merupakan satu bagian atau komponen dari komunikasi tulisan.
Ada
pun kemampuan bahasa pokok atau keterampilan berbahasa dalam kurikulum di sekolah mencakup empat segi,yaitu:
1.   Keterampilan menyimak/mendengarkan (Listening Skills)
2.   Keterampilan berbicara (SpeakingSkills)
3.   Keterampilan membaca (ReadingSkills)
4.   Keterampilan Menulis (Writing Skills)
Henry Guntur Tarigan  (2008:1)
Empat keterampilan berbahasa tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat satu sama lain, dan saling berkorelasi. Seorang bayi pada tahap awal, ia hanya dapat mendengar, dan menyimak apa yang di katakan orang di sekitarnya. Kemudian karena seringnya mendengar dan menyimak secara berangsur ia akan menirukan suara atau kata-kata yang didengarnya dengan belajar berbicara. Setelah memasuki usia sekolah, ia akan belajar membaca mulai dari mengenal huruf sampai merangkai huruf-huruf tersebut menjadi sebuah kata bahkan menjadi sebuah kalimat. Kemudian ia akan mulai belajar menulis huruf, kata, dan kalimat.
Keterampilan berbahasa berkorelasi dengan proses-proses berpikir yang mendasari bahasa. sehingga ada sebuah ungkapan, “bahasa seseorang mencerminkan pikirannya”. Semakin terampil seseorang berbahasa, semakin cerah dan jelas jalan pikirannya.
Secara garis besar, terdapat dua aspek penting dalam membaca yaitu :
1.      Keterampilan yang bersifat mekanis (mechanical skills) yang dianggap berada pada urutan yang lebih rendah (lower order) yang mencakup ; a) pengenalan bentuk huruf, b) pengenalan unsur-unsur linguistik (fonem/grafem, kata, frase, pola klausa, kalimat dan lain-lain), c) pengenalan hubungan/korespondensi pola ejaan dan bunyi (kemampuan menyuarakan bahan tertulis atau “to bark at print”, d) kecepatan membaca ke taraf lambat.
2.      Keterampilan yang bersifat pemahaman (comprehention skills) yang dianggap berada di urutan yang lebih tinggi ( higher order ) yang mencakup ; a) memahami pengertian sederhana (leksikal, gramatikal, retorikal), b) memahami signifikansi atau makna ( a.l. maksud dan tujuan pengarang,relevansi/keadaan kebudayaan, dan reaksi pembaca, c) evaluasi atau penilaian (isi, bentuk), d) kecepatan membaca yang fleksibel, yang mudah disesuaikan dengan keadaan, Broughton dalam Tarigan (2008:12-13).
Untuk dapat mencapai tujuan yang terkandung dalam keterampilan mekanis (mechanical skills) tersebut, aktifitas yang paling sesuai adalah membaca nyaring, membaca bersuara (atau reading aloud; oral reading). Untuk keterampilan pemahaman (comprehention skills), yang paling tepat adalah dengan membaca dalam hati (silent reading), yang dapat pula dibagi atas :
1.      Membaca ekstensif (extensive reading), yang mencakup ; a) membaca survei (survey reading), b) membaca sekilas ( skimming), c) membaca dangkal (superficial reading).
2.      Membaca intensif yang mencakup ; a) membaca telaah isi (content study reading), yang mencakup pula  (1) membaca teliti (close reading), (2) membaca pemahaman (comprehention reading), (3) membaca krtitis (critical reading), (4) membaca ide ( reading for ideas); b) membaca telaah bahasa  (laguage study reading) yang mencakup pula (1) membaca bahasa asing( foreign language reading), (2) membaca sastra (literary reading) Tarigan (2008:13).
d.      Tujuan Membaca  Pemahaman
Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi,memahami makna bacaan. Makna, arti (meaning) erat sekali berhubungan dengan maksud tujuan, atau intensif kita dalam membaca, Tarigan (2008:9). Hal penting dalam tujuan membaca adalah :
1.      Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta (reading for detail or facts).
2.      Membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main ideas)
3.      Membaca untuk mengetahui urutan atau susunan, organisasi cerita ( reading for sequence or organization).
4.      Membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi (reading for inference).
5.      Membaca untuk mengelompokkan, membaca untuk mengklasifikasikan ( reading for classify).
6.      Membaca untuk menilai, membaca mengevalusi ( reading to evaluate).
7.      Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan (reading to compare or contrast) Anderson dalam Tarigan (2008:9-11).
                                    Membaca adalah suatu aktifitas yang rumit atau kompleks karena tergantung pada ketrampilan berbahasa pelajar dan pada tingkat penelarannya. Tujuannya adalah untuk mengerti atau memahami isi/pesan yang terkandung dalam satu bacaan seefisien mungkin serta untuk mencari informasi yang :
b.      Kognitif dan intelektual, yakni yang digunakan seseorang untuk menambah keilmiahannya sendiri.
c.       Referensial dan faktual, yakni yang digunakan seseorang untuk mengetahui fakta-fakta yang nyata di dunia ini.
d.      Afektif dan emosional, yakni yang digunakan seseorang untuk mencari kenikmatan dalam membaca. (Sri Utari Subyakto-Nababan, 1993:164-165).
Dengan membaca siswa akan memperoleh berbagai informasi yang sebelumnya belum pernah didapatkan. Semakin banyak membaca semakin banyak pula informasi yang diperoleh. Oleh karena itu, membaca merupakan jendela dunia, siapa pun yang membuka jendela tersebut dapat melihat dan mengetahui segala sesuatu yang terjadi. Baik peristiwa yang terjadi pada masa lampau, sekarang, bahkan yang akan datang.
Banyak manfaat yang diperoleh dari kegiatan membaca. Oleh karena itu, sepantasnyalah siswa harus melakukannya atas dasar kebutuhan, bukan karena suatu paksaan. Jika siswa membaca atas dasar kebutuhan, maka ia akan mendapatkan segala informasi yang ia inginkan. Namun sebaliknya, jika siswa membaca atas dasar paksaan, maka informasi yang ia peroleh tidak akan maksimal.
Membaca merupakan kemampuan yang kompleks. Membaca bukanlah kegiatan memandangi lambang-lambang yang tertulis semata. Bermacam-macam kemampuan dikerahkan oleh seorang pembaca, agar dia mampu memahami materi yang dibacanya. Pembaca berupaya agar lambang-lambang yang dilihatnya itu menjadi lambang-lambang yang bermakna baginya.
            Kegiatan membaca perlu dibiasakan sejak dini, yakni mulai dari anak mengenal huruf. Jadikanlah kegiatan membaca sebagai suatu kebutuhan dan menjadi hal yang menyenangkan bagi siswa. Membaca dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja asalkan ada keinginan, semangat, dan motivasi. Jika hal ini terwujud, diharapkan membaca dapat menjadi bagian dari kehidupan yang tidak dapat dipisahkan seperti sebuah slogan yang mengatakan “tiada hari tanpa membaca”.
Tentunya ini memerlukan ketekunan dan latihan yang berkesinambungan untuk melatih kebiasaan membaca agar kemampuan membaca, khususnya membaca pemahaman dapat dicapai. Kemampuan membaca ialah kecepatan membaca dan pemahaman isi secara keseluruhan.

2 komentar:

  1. buku-buku sumbernya apa saja ini pak ?
    mohon dibales .
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. sumbernya dari buku karangan tarigan judulnya membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa , *mungkin

      Hapus